Bareskrim Usut Penggelapan dan Penipuan hingga TPPU Robot Trading Auto Trade Gold

- Rabu, 28 September 2022 | 15:25 WIB
Ilustrasi Robot Trading. (Pexels.com/Anna Nekrashevich)
Ilustrasi Robot Trading. (Pexels.com/Anna Nekrashevich)

HALLO INDONESIA - Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri tengah mengusut dugaan penggelapan dan penipuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan robot trading Auto Trade Gold (ATG).

Kasus tersebut saat ini dalam proses penyidikan oleh penyidik Polri berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/0170/IV/2022/Bareskrim Polri tertanggal 11 April 2022.

“Kasus ini didasari laporan polisi dengan nomor LP/B/0170/IV/2022/Bareskrim Polri tertanggal 11 April 2022 tentang tindak pidana penggelapan, penipuan, perdagangan dan tppu atau tindak pidana pencucian uang,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan dalam keterangannya di Polri TV, Rabu 28 September 2022.

Baca Juga: Kasus Penipuan, Direktur PT Asli Rancangan Indonesia Jalani Masa Penahanan 40 Hari

“Kasus ini masih terus dilakukan proses penyidikan,” tambahnya.

Ramadhan mengatakan, modus dalam kasus tersebut yakni ATG mengarahkan korban untuk membeli paket robot trading dengan menawarkan keuntungan 20 persen per bulan.

“Para korban mendaftar melalui website ATG dan membeli paket robot trading level 4 seharga 30 juta pada PT Sarana Digital Internasional,” ucapnya

Baca Juga: Tim Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Telah Dibentuk Tapi Belum Ada Informasi Soal Jadwal

“Pihak ATG menawarkan keuntungan sebanyak 20% per bulan kepada para membernya,” sambungnya.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X