Begini Modus Pelaku Penipuan Website Palsu Formula E dan Bank BRI, Menurut Penjelasan Polisi

- Kamis, 24 November 2022 | 11:30 WIB
Gedung Bank BRI. (Dok. BRI)
Gedung Bank BRI. (Dok. BRI)

HALLO.ID - Dittipidsiber Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan pencurian data nasabah bank dengan modus website palsu Formula E dan link phising, di mana 1 orang berinisial FI (25) diamankan polisi.

Sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian polisi, yakni berinisial H yang berperan sebagai pembuat website dan N yang berperan berkomunikasi dengan korbannya.

“Tersangka telah membuat ratusan website phising yang digunakan untuk melakukan penipuan dan pencurian data nasabah perbankan,” ujar Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Reinhard Hutagaol kepada wartawan, Rabu 23 November 2022.

Baca Juga: Polisi Patroli Rumah Kosong Ditinggal Pengungsi Gempa, Antisipasi Kasus Pencurian

“Kemudian modus operandi website palsu, pelaku membuat halaman website yang menyerupai halaman website penyelenggara ajang Formula E,” tambahnya.

Reinhard menuturkan, dalam website palsu yang dibuat pelaku terdapat nomor WhatsApp untuk berkomunikasi tiap pembelian tiket  Jimbara Suite 1D seharga Rp. 517 ribu.

Setelah dilakukan pembayaran, pelaku mengirimkan tiket dalam format PDF.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Group H Portugal Vs Ghana Malam Ini, Apakah Cristiano Ronaldo Masih Jadi Andalan?

“Namun sebenarnya yang aslinya akan dikirimkan berbentuk PDF yang ada QR Code-nya."

"Jadi yang sebelumnya (palsu) tidak ada QR Code. Yang benar (asli) ada QR Code-nya,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk modus yang melibatkan Bank BRI, pelaku membuat halaman website yang menyerupai halaman aplikasi Bank BRI.

Baca Juga: Seruduk 7 Motor di Kebayoran Baru Jaksel, Polisi Ungkap Penyebab Truk Oleng

Lalu pelaku mengirimkan WhatsApp blast berisi pemberitahuan perubahan tarif transfer dana.

Apabila korban setuju, pelaku yang berpura-pura jadi pihak BRI akan mengirimkan link phising kepada korbannya, dan akan mengambil alih internet banking korban apabila sudah mendapatkan data korban.

“Sehingga apabila nasabah telah mengisi data-data pada tampilan pada web link phising tersebut."

"Pelaku dengan mudah dapat mengetahui data-data nasabah seperti username, password, kode OTP internet banking,” paparnya.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X