Tinjau Banjir Sintang, BNPB: Bencana Hidrometeorologi Basah Harusnya Dapat Dicegah

- Selasa, 16 November 2021 | 22:33 WIB
Kondisi banjir di Tugu Simpang Lima Kota Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa, 9 November 2021. (Dok. Bnpb.go.id)
Kondisi banjir di Tugu Simpang Lima Kota Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa, 9 November 2021. (Dok. Bnpb.go.id)

HALLO INDONESIA - Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor seharusnya dapat dicegah dengan berbagai upaya.

Upaya tersebut menurut Ganip adalah dengan tata kelola lingkungan yang baik sebagaimana fungsinya.

Selain itu juga diimbangi dengan perilaku masyarakat untuk lebih peduli dan memahami tentang pemanfaatan alam yang berkelanjutan untuk kehidupan di masa depan.

Baca Juga: Karang Taruna Sulsel Versi Andi Ina Menanti Somasi PNKT, Kubu Harmansyah Disebut 'Abal - Abal'

“Kalau kita melihat dan mengevaluasi itu, maka bencana hidrometeorologi sebenarnya bencana yang bisa kita cegah. Dengan apa?" tanya Ganip saat kunjungan kerja peninjauan banjir di Kabupaten Sintang, Selasa pekan lalu, 9 November 2021

"Dengan penggunaan ruang hidup yang benar, kemudian perilaku masyarakat kita yang memahami tentang penggunaan alam dan seisinya itu untuk kehidupannya,” jelas Ganip.

Sebelumnya, BNPB juga telah mengingatkan para pemangku kebijakan di daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil upaya mitigasi bencana.

Baca Juga: Kang Emil Minta Kepala Daeah di Jabar untuk Pantau Titik-titik Rawan Bencana

Terkait adanya informasi peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa fenomena La Nina akan melanda wilayah Indonesia hingga Februari 2022.

Fenomena La Nina menurut BMKG dapat memicu terjadinya peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan dari 20 persen hingga 70 persen.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X