TNI Polri agar Pastikan Tidak Ada Warga yang Berada di Kawasan Bahaya Gunung Semeru

- Senin, 6 Desember 2021 | 14:19 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (tengah memakai rompi) saat meninjau lokasi terdampak awan panas guguran Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin, 6 Desember 2021. (Dok. BNPB)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (tengah memakai rompi) saat meninjau lokasi terdampak awan panas guguran Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin, 6 Desember 2021. (Dok. BNPB)

HALLO INDONESIA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memerintahkan seluruh unsur TNI Polri dan lintas instansi gabungan agar memastikan tidak ada masyarakat.

Terutama di kawasan Gladak Perak, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur,

Hal itu untuk mengantisipasi adanya awan panas guguran susulan Gunung Semeru yang masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga: Sekolah-sekolah di Candipuro Jadi Lokasi Pengungsian Korban Erupsi Gunung Semeru

“Jangan sampai ada masyarakat di area ini ya. Masih berbahaya,” pungkas Suharyanto.

Ketua BNPB meninjau lokasi terdampak awan panas guguran Gunung Semeru di Jembatan Gladak Perak, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin 6 Desember 2021..

Kepala BNPB mengendarai sepeda motor jenis trail menuju ke lokasi, mengingat medan tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda empat.

Baca Juga: 5 Fakta yang Terlihat dari Udara Setelah Gunung Semeru Erupsi, Termasuk Masih Muncul Asap

Di sepanjang jalan menuju lokasi, Kepala BNPB melihat banyak kerusakan vegetasi berupa pohon tumbang dan material vulkanik yang menutupi jalan hingga ketebalan kurang lebih 30 sentimeter.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X