Kasus Penyuntikan Vaksin Kosong Berbuntut Panjang, Polda Sumut Periksa Saksi

- Selasa, 25 Januari 2022 | 15:06 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Dok Media Hallo/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Dok Media Hallo/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Kepolisian Daerah Sumatera Utara memberikan penjelasan terkait video yang diduga suntik vaksin kosong.

Saat program vaksinasi anak di SD yang terletak di daerah Medan, pada Senin 24 Januari 2022.

“Saat ini Polda Sumut telah memeriksa 13 saksi, dan termasuk dua orang siswi SD Labuhandeli yang menjadi korban vaksinasi kosong,” Ujar Kabid Polda Sumut Kombes Pol. Hadi Wahyudi.

Baca Juga: 4 Pria Dikerangkeng di Rumah Bupati Langkat, Polisi Selidiki Adanya Praktek Perbudakan

Pada saat ini Polda Sumut masih melakukan upaya pengembangan dan pendalamn kasus vaksinasi kosong.

Selain itu, penyidik juga mengaudit jumlah vaksin yang digunakan pencapaian target vaksinasi lainnya dengan melibatkan Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatra utara dan saksi-saksi ahli lainnya.

“Mengenai motif tersebut pelaku menyuntikkan vaksin kosong kepada siswi tersebut,masih dalam penyidikan."

Baca Juga: Tanpa Pandang Bulu, Polri Usut Tuntas Laporan Terkait dengan Kasus Mafia Tanah

"Dalam kasus vaksinasi kosong ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” Ujar Kabid Humas.

Polda Sumut langsung merespon cepat dan mendalami rekaman video yang viral serta memeriksa pihak-pihak terkait.

Petugas vaksinator G dan aplus yakni W, keduanya merupakan tenaga kesehatan di Rumah sakit Delima Martubung dan juga akan terus meminta keterangan saksi ahli.

Baca Juga: Kisah 87 Somasi Hingga Ancaman Pembunuhan yang Pernah Diperoleh Deddy Corbuzier

Editor: Banny Rachman

Sumber: Tribrata News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X