Restorative Justice, Kejaksaan Ungkap Alasan Hentikan Kasus Pencuri HP

- Selasa, 25 Januari 2022 | 17:04 WIB
Ilustrasi handphone. (Dok Media Hallo/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi handphone. (Dok Media Hallo/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon menghentikan penuntutan kasus pencurian telepon genggam (handphone) yang dilakukan tersangka Agus Arif Gunawan bin Rohman.

“Penghentian Penuntutan (SKP2) dari Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon (Hutamrin),” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya, Selasa 25 Januari 2022.

Keputusan menghentikan kasus berdasarkan Restoratif Justice atau Keadilan Restoratif (penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan).

Baca Juga: Prihatin Situasi di Myanmar, Indonesia dan Singapura Dorong 5 Point Consensus Myanmar

Sebelumnya, Agus Arif Gunawan bin Rohman disangkakan atas dugaan pencurian Telepon Genggam dan dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.

Menurut Leo, penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif diberikan setelah Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon melakukan mediasi serta dilakukan perdamaian antara saksi korban Eryan Eka (yang diwakili oleh ibunya) dengan Tersangka.

"Ibu saksi korban telah memaafkan perbuatan Tersangka Agus Arif Gunawan serta adanya dukungan dan perhatian dari masyarakat Cirebon."

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Ekonomi Global dan Indonesia Hadapi Banyak Tantangan di 2022

"Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Tokoh Masyarakat setempat," jelasnya.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X