Foto Tanpa Busana di Pohon Sakral di Objek Wisata Kayu Putih, 2 WNA Rusia Dideportasi

- Minggu, 8 Mei 2022 | 15:32 WIB
Pasangan suami isteri WNA Rusia yang viral di medsos karena berfoto tanpa busana di pohon sakral di Tabanan dideportase. (Dok. Humas Pemprov Bali)
Pasangan suami isteri WNA Rusia yang viral di medsos karena berfoto tanpa busana di pohon sakral di Tabanan dideportase. (Dok. Humas Pemprov Bali)

HALLO INDONESIA - Gubernur Bali I Wayan Koster memerintahkan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali, untuk segera mendeportasi dua warga negara asing (WNA) asal Rusia yang membuat foto tanpa busana di pohon sakral pada Objek Wisata Kayu Putih, Desa Tua, Kabupaten Tabanan.

Hal tersebut disampaikan Koster melalui keterangan tertulis, Jumat, 6 Mei 2022.

"Kita jauh lebih penting menjaga budaya dan menghormati martabat Bali, daripada kita menoleransi tindakan-tindakan yang membuat budaya Bali ini tidak terjaga dan merusak citra pariwisata," kata Koster.

Baca Juga: Wali Kota SurabayaJenguk Korban Kecelakaan Seluncuran Kolam Renang Kenjeran Park: Tak Ada Korban Jiwa

Menurut Koster, kedua warga negara Rusia yakni Alina Fazleeva beserta suaminya Amdrei Fazleev, memang telah meminta maaf dan juga telah bersedia melakukan upacara atau ritual guru piduka, pembersihan.

Namun, itu tidak cukup dan harus diberikan sanksi deportasi karena ini menyangkut kehormatan keluhuran budaya Bali yang harus ditegakkan bersama-sama.

Dalam kesempatan itu, Kosterkembali menyampaikan bahwa pariwisata Bali diselenggarakan dengan berbasis budaya, berorientasi pada kualitas dan menjaga martabat kebudayaan Bali.

Baca Juga: Mobil Terbakar di Karawang Barat KM 48 Jalur One Way, Begini Saran Polisi

Pemerintah Provinsi Bali juga telah membentuk Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali dan Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Kepariwisataan Bali.

Dengan demikian, terkait kepariwisataan Bali sesuai perda dan pergub tersebut, sedang ditata agar dilaksanakan betul-betul untuk menjaga budaya, menghormati budaya serta menghormati tradisi yang ada.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X