7 Orang Hilang dalam Peristiwa Kapal Tenggelam Bawa 30 PMI Ilegal di Perairan Batam

- Senin, 20 Juni 2022 | 15:50 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam. (Dok. Hallo.id/M. Rifa'i Azhari)
Ilustrasi kapal tenggelam. (Dok. Hallo.id/M. Rifa'i Azhari)

HALLO INDONESIA - Kantor Search and Rescue (SAR) Tanjung Pinang masih melaksanakan pencarian tujuh orang korban hilang dalam peristiwa kecelakaan laut tenggelamnya kapal pembawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perairan Batam.

“Dua hari sudah melaksanakan pencarian, jadi kami lanjutkan hari ini, ada enam kapal yang digerakkan dibantu masyarakat,” ucap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang Slamet Riyadi, saat berbincang dengan Pro 3 RRI, Minggu 19 Juni 2022.

Slamet menyebut, pihaknya  memperluas radius pencarian dari lokasi titik awal kejadian.

Baca Juga: Diguyur Hujan, 2 Rumah Warga di Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Tertimpa Tanah Longsor

Pencarian ini melibatkan KN SAR Purworejo dengan tujuh orang kru, SAR Batam, personel TNI AL Lanal Batam, Ditpolair Polda Kepri, KSOP Batam, Bakamla, Bea Cukai serta BP2MI hingga masyarakat setempat.

Sebelumnya, sebuah kapal speed boat yang diduga membawa 30 orang PMI ilegal tenggelam di perairan Pulau Putri Batam, Kamis 16 Juni 2022 sekitar pukul 19.00 WIB.

“Kami dapat info dari jumlah orangnya ada 30,” imbuhnya.

Baca Juga: Kementan Gelar Pasar Murah Bawang dan Cabai di Toko Tani Indonesia, Sambut Idul Adha

Sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan dan kini telah diserahkan ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk pemeriksaan lanjut. Sedangkan 7 orang lainnya hilang.***

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X