BNPB Dorong Pemerintah Daerah Tingkatkan Kewaspadaaan Penyebaran PMK di Banten

- Rabu, 29 Juni 2022 | 17:06 WIB
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh Forkompimda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI/Polri. (Dok. BNPB)
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh Forkompimda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI/Polri. (Dok. BNPB)

HALLO INDONESIA - Badan Nasional Penanggangan Bencana (BNPB) terus berupaya meminimalisir penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan berkaki genap seperti Kerbau, Sapi, Kambing dan Domba.

Utamanya menjelang perayaan kurban hari raya Idul Adha pada tahun 2022, dimana kebutuhan akan hewan-hewan tersebut meningkat di seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam rangka pencegahan penyebaran PMK di Banten, BNPB menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Forkompimda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI/Polri di wilayah Provinsi Banten pada Selasa 28 Juni 2022 di Kantor Gubernur Banten.

Baca Juga: Angin Puting Beliung Mengamuk di Penajam Paser Utara, Satu Warga Terluka

Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan mewakili Kepala BNPB Letejen TNI Suharyanto yang berhalangan hadir, menyampaikan dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, enam diantaranya tercatat telah terinfeksi virus PMK.

“Dari delapan wilayah di Banten, hanya dua yang tidak tercatat kasus PMK nya yaitu Kota Serang dan Kota Cilegon, secara nasional Banten berada di posisi kesepuluh,” ucap Fajar.

Dirinya menambahkan, Kepala BNPB yang juga Ketua Satgas Penanganan PMK mengimbau kepada pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah penanganan dengan cepat.

Baca Juga: KPK Duga PT Summarecon Agung Gunakan IMB dari Perusahaan PT Java Orient Property

“Melakukan penjagaan ketat di titik masuk dan perbatasan, tidak boleh ada pergerakan keluar masuk hewan dari zona merah ke zona aman atau sebaliknya, kemudian melakukan screening agar segera diketahui binatang yang terpapar dan tidak,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X