Dinas Kesehatan Kota Tangerang Akui Ada Petugas Lalai Kasih Obat Kadaluars ke Balita

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:47 WIB
Kepala Dinkes  Kota Tangerang, dr Dini Anggareni . Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengakui adanya kejadian pemberitan obat kadaluarsa  kepada balita karena kelalaian petugas kesehatan. (Dok. Tangerangkota.go.id)
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr Dini Anggareni . Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengakui adanya kejadian pemberitan obat kadaluarsa kepada balita karena kelalaian petugas kesehatan. (Dok. Tangerangkota.go.id)


HALLO INDONESIA -Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengakui adanya kejadian pemberitan obat kadaluarsa  kepada balita di Posyandu Bunga Kenanga, Kecamatan Karang Tengah karena kelalaian petugas kesehatan.

Diketahui, kelalaian pemberian obat kadaluarsa terjadi pada balita bernama Arkaa, usai mengikuti Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Dimana balita tersebut diberikan obat penurun panas jika terjadi KIPI usai imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggareni menjelaskan kronologis kejadian pada Senin, 8 Agustus 2022  bahwa petugas puskesmas menemukan tiga obat PCT drop kadaluarsa di dalam tas Posyandu, kemudian langsung dipisahkan dan berencana diserahkan ke petugas Farmasi Puskesmas.

Baca Juga: Tim Resmob Tangkap Pelaku Perampokan Uang Rp100 Juta di Toko HP Pasar Tambak Serang

Namun, saat sampai Puskesmas petugas tersebut lupa menyerahkan kepada petugas Farmasi Puskesmas.

Pada Selasa, 9 Agustus 2022, saat pelaksanaan BIAN di Kenanga Pondok Pucung, obat tersebut terbawa sehingga diberikan kepada pasien karena berasal dari tas yang sama tanpa memeriksa kembali ED (expired date) obat yang diberikan.

Kemudian diperoleh laporan dari kader atas kondisi salah satu bayi yang telah meminum obat dan petugas langsung bergerak melakukan penarikan obat tersebut.

Baca Juga: Lakukan Tes Asesmen Terhadap Istri Ferdy Sambo, LPSK Ungkap Temui Kesulitan

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini, dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada para keluarga atas kelalaian pengelolaan obat yang terjadi diluar gedung Puskesmas. Diketahui, Posyandu sudah tidak aktif 2 tahun karena pandemi. Obat yang lama ini belum sempat dilaporkan atau dikembalikan ke petugas farmasi di puskesmas. Sekali lagi, Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga pasien," kata dr Dini

Dijelaskan, pada Rabu, 10 Agustus 2022, seluruh petugas baik petugas Posyandu, Puskesmas, Ketua Mutu, UKP, UKM hingga Dinkes langsung melalukan pembahasan untuk menelusuri lebih jauh kejadian tersebut dan segera menindaklanjuti serta melakukan perbaikan atas kondisi kelalaian yang terjadi.

Halaman:

Editor: Setiawan Adiwijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X