Polda Sumut Tetapkan 11 Tersangka Terkait Kasus Pembakaran Hutan dan Lahan

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 17:00 WIB
Ilustrasi Tahanan. (Dok. Media Hallo/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi Tahanan. (Dok. Media Hallo/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Polda Sumut telah menetapkan 11 orang tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa waktu ini. Jumat 12 Agustus 2022

Kapolda mengatakan dengan menggunakan satelit dan aplikasi yang ada di Polda Sumatera Utara ditemukan ada 315 titik yang benar-benar ada titik apinya.

Titik api yang ditemukan itu dengan klasifikasi low, modle dan high.

Baca Juga: Polisi Bongkar Kasus Kejahatan Perdagangan Orang di Makassar, 1 Mucikari Jadi Tersangka

"Dari jumlah kasus tersebut kita sudah melakukan penegakan hukum pada masyarakat. Ada 11 tersangka yang kita proses," jelasnya.

Irjen. Pol. Panca Putra simanjuntak menyebutkan, ke 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan dari berbagai daerah seperti, Kabupaten Toba, Tapanuli Utara, Samosir dan lainnya.

Kapolda mengungkapkan, penanganan kebakaran dan lahan harus dilakukan secara terintegrasi dengan baik dan tidak dikerjakan sendiri-sendiri mengingat kejadian ini telah terjadi secara terus menerus.

Baca Juga: Ini Alasan Persatuan Dukun Indonesia Laporkan Pesulap Merah ke Polres Metro Jakarta Selatan

“Kebakaran Hutan dan lahan akan merusak kampung kita maka jangan bosan-bosan mensosialisasikan kepada masyarakat."

"Bhabinkamtibmas, Babinsa dan pemerintah desa harus turun langsung melakukan patroli. Bangun mekanisme cara penanganan yang terpadu,” jelasnya.

Irjen. Pol. Panca Putra simanjuntak menegaskan, kebakaran ini bukan kebakaran biasa tetapi disengaja untuk membuka lahan.

Baca Juga: Polda Metro Tangkap 78 Orang di Jakarta Utara Saat Bongkar Aksi Perjudian Online

Oleh karena itu kepada seluruh pihak harus menyampaikan kepada masyarakat untuk membuka lahan dengan cara-cara yang baik tanpa harus membakar.

“Membangun kesadaran masyarakat itu yang paling utama dan langkah upaya pencegahan harus diutamakan."

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X