Polairud Polda NTT Tangkap 3 Pelaku dan Sita Sebanyak 1.780 Liter BBM Bersubsisi

- Rabu, 28 September 2022 | 16:51 WIB
Polda NTT Berhasil Amankan Tiga Tersangka Penimbun Solar Bersubsidi di Labuan Bajo. (Dok. Tribratanews.polri.go.id)
Polda NTT Berhasil Amankan Tiga Tersangka Penimbun Solar Bersubsidi di Labuan Bajo. (Dok. Tribratanews.polri.go.id)

HALLO INDONESIA - Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polda Nusa Tenggara Timur,berhasil menangkap tiga pelaku dan menyita sebanyak 1.780 liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang tidak dilengkapi izin pengangkutan di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Sebanyak 1.780 liter BBM subsidi itu diangkut menggunakan 89 jerigen yang masing-masing berisi 20 liter."

"Sebanyak 580 liter disita dari pelaku berinisial AL, sedangkan 1.200 liter dari pelaku berinisial K dan A. Ketiga pelaku berprofesi sebagai nelayan,”terang Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol. Nyoman Budiarja, Rabu28 Sep

Baca Juga: Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi

Pihak kepolisian mengatakan pengungkapan kasus BBM subsidi tanpa izin itu berlangsung pada 24 September 2022 sekitar pukul 11.30 Wita saat tim Polairud Polda NTT melaksanakan patroli di sekitar perairan Pulau Komodo.

“Modus operandi yang digunakan oleh AL, yakni membeli BBM subsidi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan harga Rp6.800 per liter dan menjual kembali di Pulau Komodo, Manggarai Barat, dengan harga Rp8.800 per liter."

"Aktivitas ini telah dilakukan AL sejak Juli 2022 sebanyak dua kali,” tutur Kombes Pol. Nyoman Budiarja

Baca Juga: Gempa Bumi dengan Kekuatan Magnitudo 4,5 Terjadi di Pasaman Barat, Sumatera Barat

Para pelaku dijerat dengan pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dan ditambahkan pada paragraf 5 angka 9 pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.***

Baca Juga: Tarif Listrik Tidak Naik, Alasannya untuk Jaga Daya Beli Masyarakat dalam Pemulihan Ekonomi

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X