Saat Ini Dirawat, Bocah Kelas 2 SD Jadi Korban Pengoroyokan Tujuh Kakak Kelasnya di Malang

- Kamis, 24 November 2022 | 09:11 WIB
Bocah kelas 2 SD di Kepanjen, kabupaten Malang menjadi korban pengeroyokan dan perundungan oleh tujuh kaka kelasnya hingga harus dirawat di rumah sakit Godanglegi, Malang. Foto: tangkap layar video@terangmedia
Bocah kelas 2 SD di Kepanjen, kabupaten Malang menjadi korban pengeroyokan dan perundungan oleh tujuh kaka kelasnya hingga harus dirawat di rumah sakit Godanglegi, Malang. Foto: tangkap layar video@terangmedia

HALLO.ID- Polres Malang saat ini tengah menangani kasus tindak kekerasna dan perundungan bocah kelas 2  sekolah dasar (SD) menjadi korban pengeroyokan tujuh kakak kelasnya dan saat haru menjalani perawatan RS Gondanglegi.

Peristiwa terjadi di jesa Jenggolo, kecamatan Kepanjen, kabupaten Malang.  yang menjadi korban pengeroyokan oleh kakak kelasnya kini masih menjalani perawatan di RSI Gondanglegi.

Saat dikonfirmasi, kasie humas polres Malang, Iptu Ahmad Taufik mengatakan bahwa Unit PPA Polres Malang telah melakukan pemeriksaan  sejumlah anak yang terkait kejadian itu. Ada yang diperiksa dari pihak sekolah dan oknum kakak kelas yang menjadi pelaku pengeroyokan

Baca Juga: BRI Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Gempa CianjurBaca

Juga: Tumpang Tindih Lahan Tambang di Sultra, Direksi PT GAN Hentikan Aktivitas Pertambangan Ilegal PT CSM

Polres Malangf tengah melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan kepada sisda kelas 2 SD yang dilakukan oleh tujuh kakak kelasnya, sehingga alami trauma berat. Foto: @terangmedia

Baca Juga: Pertamina Salurkan 12 Ton Beras Bantu Dapur Umum untuk Korban Gempa Cianjur

Baca Juga: Jepang Taklukkan Jerman 2-1 di Piala Dunia 2022, Pelatih Hajime Moriyasu: Ini Kemenangan Bersejarah
Dari hasil pemeriksaan, polisi mengidentifikasi  pelaku pengeroyokan tujuh anak.  Mereka semua adalah kakak kelas korban yang masih satu sekolah dengan korban. 

"Kejadiannya di sekitar Sengguruh. Saat pulang sekolah, korban ke sekitar lokasi kejadian, dan di sana sudah ditunggu oleh kakak kelasnya. Kemudian dilakukan penganiayaan atau pengeroyokan di situ," jelas Iptu Taufik seperti diwartakan malangtimes.com.

Setelah melakukan pengeroyokan, ketujuh tersangka pelaku lantas meninggalkannya begitu saja korban di lokasi. Korban bisa pulang diantar oleh seseorang yang sedang mencari rumput untuk kembali ke sekolah. 

Baca Juga: Melihat 6 Manfaat Bunga Telang Untuk Kesehatan, Si Cantik Ungu Yang Menyehatkan Otak

Baca Juga: Betapa Bahagianya Umat Vihara Tien En Tang Kembali Bisa Beribadah Setelah Lama Diserobot Preman

Dari hasil pemeriksaan, sementara ini korban diketahui mengalami tindakan kekerasan di beberapa bagian tubuh. Seperti di dada dan kepala.

"Informasinya juga ada yang dipelintir, tapi untuk jelasnya, nanti bisa melihat hasil visum," jelas Ipfi Taufik. 

Polisi juga mendapatkan informasi bahwa perlakuan bullying tersebut ternyata didapat korban sejak berada di kelas 1 SD, berlanjut hingga berujung pengeroyokan yang sempat dikabarkan mengakibatkan korban sempat koma. 

Ayah korban Edi Subandi mengatakan bahwa kejadian yang menerima putranya itu terjadi pada 11 November 2022 lalu. Saat itu, korban pulang sedikit telat dan sudah ditunggu oleh kakak kelasnya. 

"Jadi anak saya pulang telat. Ternyata di sekolah depan Sengguruh, waktu dia di parkiran (sepeda) dia diseret tiga atau empat orang anak, kita kurang jelas," kata dia dna menghendaki agar sekolah dan aparat bisa menangani kasus ini secara tuntas. (*)

Editor: Priyo Suwarno

Sumber: @terangmedia

Tags

Terkini

X