Buat Apa Kereta Cepat dari Ibukota ke Bandung, Kalau Kemudian Ibukota pindah ke Kalimantan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:20 WIB
Kereta Cepat. (Instagram.com/@keretacepat_id)
Kereta Cepat. (Instagram.com/@keretacepat_id)

HALLO INDONESIA - Rakyat ditipu Wakil Rakyat diperkosa, kok bisa? Bisa, jika rencana penggunaan dana APBN untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung direalisasi.

Disain untuk ini diawali dengan menunjuk "Duta Besar China" Luhut Binsar Panjaitan sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung menggeser peran Koordinator Airlangga Hartarto.

Mengapa rakyat ditipu? Karena sejak awal Presiden Jokowi mengkampanyekan bahwa proyek ini tidak sedikitpun akan didanai dari APBN tetapi dari obligasi konsorsium BUMN atau patungan.

Baca Juga: Gempa Bumi Ketiga Guncang Kota Bitung, dengan Magnitudo 4,8 pada Selasa Dini Hari

Investasi China adalah utama dengan skema kerjasama Business to Business (B to B).

Akan tetapi setelah berjalan pembangunan dan mangkrak tiba-tiba terbit Perpres No 93 tahun 2021 yang membolehkan penggunaan dana APBN.

Kejutan sekaligus melestarikan kebiasaan bohong Presiden ini adalah beban baru bagi negara. APBN harus mendapat persetujuan DPR.

Baca Juga: Sempat Panik, Masyarakat Kota Bitung Rasakan Guncangan Sedang Gempa M5,8 M

Meskipun DPR dapat menolak, akan tetapi akibat dari kooptasi Presiden atas Partai Politik maka persetujuan diperkirakan mudah untuk didapat.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X