Dari Dulu Malas Bicara Kereta Cepat Jakarta-Bandung, karena Bagi Saya Tidak Masuk Akal

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:14 WIB
Kereta Cepat Indonesia China. (Instagram.com/@keretacepat_id)
Kereta Cepat Indonesia China. (Instagram.com/@keretacepat_id)

HALLO INDONESIA - Tapi entah kenapa Presiden getol betul masukkan barang ini menjadi proyek strategis nasional.

Ketika biaya bengkak hingga Rp113,9 triliun saat ini, dibuatkan revisi Perpres pula (Perpres 93/2021) yang memungkinkan APBN membiayai proyek itu, suatu hal khas Jokowi yaitu menelan ludah sendiri (sebelumnya ia bilang tidak akan pakai APBN).

Inti Perpres itu sederhana saja: mengangkat Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung.

Baca Juga: Memilukan, Bonus Peraih Emas PON Habis untuk Membayar Utang

Mengubah KAI menjadi pimpinan konsorsium. Menyuruh LBP mengatasi bagian kewajiban perusahaan (PT Kereta Cepat Indonesia China/KCIC) dengan mengupayakan perubahan porsi saham dan syarat utang.

Lalu menegaskan dukungan pemerintah via APBN/Penyertaan Modal Negara dan penjaminan pemerintah kalau mau utang lagi.

Coba kita pikir hal-hal berikut ini:

1. Urgensi bisnisnya saja tidak jelas. Dulu KA Parahyangan ditutup. Lalu menjadi KA Argo Parahyangan. Basis penumpangnya itu-itu saja. Kok, sekarang membangun bisnis yang sama lagi.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Mendapat Sambutan Meriah Saat ke Papua, Kenapa Anies Baswedan Tidak

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X