Sederet Argumentasi, Mengapa Skandal Proyek Kereta Cepat Harus Dibuka

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:27 WIB
Kereta Cepat. (Dok. kcic.co.id)
Kereta Cepat. (Dok. kcic.co.id)

HALLO INDONESIA - Terbitnya Perpres No 93 tahun 2021 yang membolehkan penggunaan dana APBN adalah sinyal kegagalan.

Awalnya percaya diri pada pembiayaan mandiri tanpa dana negara, namun ujungnya teriak dan meraih pegangan ketika mulai tenggelam.

Kereta cepat membuat kepanikan lalu cepat mengubah jalur. Kini kereta itu bergerak di jalur SOS.

Baca Juga: Bertepatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, Sulsel Memasuki Usia ke 352 Tahun

Pemerintah mulai menyuntik dana 4,3 Trilyun berupa PNM untuk PT KAI lokomotif konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Dana itu berasal dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) 2021.

Dana yang mestinya digunakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi rakyat dipakai guna pemulihan kereta cepat Indonesia Cina. Menyedihkan.

Baca Juga: BCA Beri 3 Alasan Kenapa Harus Ganti Kartu Lama ke ATM Chip Sebelum 31 Desember 2021

Timbul pertanyaan apakah Perpres penggunaan dana APBN yang diawali suntikan SILPA 2021 ini murni inisiatif Pemerintah Indonesia atau atas tekanan China?

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X