Virus Covid-19 Tidak Berpolitik, Hanya Mengenal Sasaran yang Bisa Dibunuhnya

- Selasa, 20 Juli 2021 | 15:13 WIB
Ilustrasi virus Covid-19. /Dok. Hallo.id/M. Rifai Azhari
Ilustrasi virus Covid-19. /Dok. Hallo.id/M. Rifai Azhari

HALLO INDONESIA - Jangan saling menyalahkan! Pandemi adalah ujian bersama. Ujian bagi bangsa ini, juga bagi seluruh umat manusia, dimanapun berada.

Stop caci maki dan saling ngebully. Selain karena itu bukan budaya kita, saat begitu banyak "rakyat yang berduka" lebih etis dan elok jika kita juga ikut berduka.

Buzzer dan haters, dari kubu dan pihak manapun, berhenti dulu. Bagus kalau bubar. Jangan sampai covid yang menghentikannya. Bisa su'ul khatimah.

Saat ini, Indonesia tertinggi angka kematian harian karena covid. Ada 1.007 orang mati dalam satu hari pada 11 Juli 2021.

Disusul Rusia 749 dan India 720. Di hari yang sama tambahan jumlah terinveksi 36.197. Senen kemarin (12/7) sudah naik lagi menjadi 40 ribu lebih yang terinveksi.

Sekitar 40 persen orang positif dan terpapar covid dari jumlah yang dites. Bahkan ada yang mendekati 50 persen. Dan mereka semua menulari yang lain.

Artinya, tidak menutup kemungkinan prosentase yang tertular akan terus naik. Otomatis, angka kematian juga akan naik.

Saya, anda, dan kita semua mendengar berita kematian setiap hari. Di medsos, di media, di tempat-tempat ibadah, berseliweran berita kematian.

Ambulan makin sering lewat di jalan, bendera kuning terpasang di banyak gang, rumah sakit dan klinik penuh, apotik dan pemakaman ngantri.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X