Saksi Sebut Pernah Diperintah NA Bangun Masjid 9x12 Meter di Maros dengan Biaya CSR Sebesar Rp1 Miliar

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:58 WIB
Sidang lanjutan dugaan korupsi berupa suap dan gratifikasi yang mendudukkan Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah sebagai terdakwa, (dok.Hallo.id/Akbar Nur Qadri).
Sidang lanjutan dugaan korupsi berupa suap dan gratifikasi yang mendudukkan Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah sebagai terdakwa, (dok.Hallo.id/Akbar Nur Qadri).

Hallo Indonesia - Pemborong pembangunan masjid Pucak di Kabupaten Maros di lahan milik Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif, Nurdin Abdullah, Ruswandi alias Wandi membeberkan sejumlah fakta.


Dalam kesaksiannya di sidang lanjutan dugaan korupsi berupa suap dan gratifikasi yang mendudukkan Nurdin Abdullah sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Makassar, Rabu, 13 Oktober 2021.

Wandi mengaku pernah mendapatkan perintah dari Nurdin Abdullah untuk membangun Masjid dengan luas 9x12 meter persegi di kawasan Kebun Raya Pucak di Dusun Arra, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

Baca Juga: Pulau Kreta Yunani Kembali Diguncang Gempa Kedua Berkekuatan 6,3 SR dalam Dua Minggu

Wandi yang berasal dari Pulau Jawa tersebut mengaku telah mengenal Nurdin Abdullah sejak lama dari tahun 2004.

"Saya kenal Nurdin Abdullah sudah lama, tahun 2004 ," kata Wandi memulai kesaksiannya di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Ibrahim Palino.

Menurut Wandi, sebelum melakukan pembangunan masjid pucak, dia pernah dihubungi sopir Nurdin Abdullah bernama Makmur sekitar bulan September 2020.

Baca Juga: Saifi Riska Nurhidayah Persembahkan Emas Tunggal Putri Bulu tangkis untuk Jawa Barat

Arahan Makmur, kata Wandi, dirinya diminta ke Makassar dengan alasan Nurdin Abdullah ingin membangun sebuah masjid.

Halaman:

Editor: Akbar Nur Qadri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X