Edy Rahmat Sebut Pernah Setor Uang ke Pegawai BPK Sulsel untuk Hilangkan Temuan

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:13 WIB
Sidang lanjutan dugaan korupsi berupa suap dan gratifikasi yang mendudukkan Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah sebagai terdakwa. (Dok. Hallo.id/Akbar Nur Qadri)
Sidang lanjutan dugaan korupsi berupa suap dan gratifikasi yang mendudukkan Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah sebagai terdakwa. (Dok. Hallo.id/Akbar Nur Qadri)

 

 

HALLO INDONESIA - Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulawesi Selatan (PUTR Sulsel), Edy Rahmat menyebut pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulsel, Gilang Gumilang pernah menerima uang.

Uang tersebut diminta Gilang Gumilang ketika BPK Sulsel hendak melakukan audit laporan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel awal tahun 2021.

Itu diungkap Edy Rahmat dalam sidang lanjutan dugaan korupsi berupa suap dan gratifikasi yang mendudukkannya sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Makassar, Rabu, 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Memilukan, Bonus Peraih Emas PON Habis untuk Membayar Utang

Terdakwa Edy Rahmat membeberkan bahwa Gilang Gumilang pernah menerima uang untuk bertujuan menghilangkan dugaan temuan BPK atas pekerjaan paket proyek infrastruktur di Sulsel.

Edy mengaku, Gilang meminta agar kontraktor
berpartisipasi menyetor sebesar satu persen untuk menghilangkan temuan.

Permintaan tersebut berawal ketika Gilang menelponnya untuk bertemu sekitar bulan Desember 2020.

Halaman:

Editor: Akbar Nur Qadri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X