PBNU: Perilaku Intoleran, Radikalisme, dan Penyebaran Info Palsu Harus Ditindak Tegas

- Kamis, 6 Januari 2022 | 15:23 WIB
Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf. (Instagram.com/@muhibbin_yahya_cholil_staquf)
Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf. (Instagram.com/@muhibbin_yahya_cholil_staquf)

HALLO INDONESIA - Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya mengapresiasi langkah Polri.

Dalam penetapan Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong.
 
Menurut Gus Yahya, segala tindakan yang mengarah pada perilaku intoleran, propaganda radikalisme, dan penyebaran informasi palsu harus ditindak tegas.

Baca Juga: Antisipasi Covid-19 Varian Omicron, Pemerintah Larang 14 Negara Masuk ke Indonesia

“Saya sangat mengapresiasi tindakan Polri yang telah mengambil tindakan tegas terhadap tindakan perilaku intoleran dan propaganda radikal."

"Bahkan penyebaran informasi-informasi palsu oleh sementara pihak termasuk khususnya oleh Habib Bahar bin Smith,” ujar Gus Yahya dalam keterangannya yang disampaikan lewat sebuah video, Rabu 5 Januari 2022.

Ia berpendapat, tindakan tegas polisi dalam kasus Bahar bin Smith diperlukan untuk mencegah persepsi yang keliru tentang syariat Islam dan merebaknya kecenderungan untuk mempercayai propaganda radikalisme dan perilaku intoleran.

Baca Juga: BPPTKG Menyatakan Gunung Merapi Sudah Keluarkan 10 Kali Guguran Lava Pijar 

Ia pun berharap sikap Polri ini terus dipertahankan dalam menangani persoalan terkait propaganda radikalisme dan intoleransi.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi sikap yang terus dipertahankan Polri, sehingga kita bisa sungguh-sungguh mencegah."

"Dan mengatasi masalah-masalah terkait propaganda dan intoleransi yang dikembangkan oleh sejumlah pihak di antara kita,” ujarnya.

Baca Juga: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tanggapi Penangkapan Bahar bin Smith oleh Polri

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si., mengungkapkan ada dua alasan Polda Jawa Barat langsung menahan Bahar bin Smith dan TR yang menjadi tersangka kasus penyebar berita bohong.

Pertama, alasan subjektif karena penyidik khawatir Bahar dan TR menghilangkan barang bukti.

“Alasan subjektifnya penyidik mengkhawatirkan BS dan TR mengulangi tindak pidana dan menghilangkan barang bukti,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri, Selasa 4 Januari 2022.

Baca Juga: Kabur dari Rudenim Surabaya, Polda Jatim Kejar Warga Negara Palestina Moin D Habib

Kedua, alasan objektif karena ancaman hukuman pidana kepada Bahar dan TR di atas lima tahun.

Bahar dan TR dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP.

Dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45a UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) jo Pasal 55 KUHP.***

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X