Ancaman Penjara 10 Tahun Penjara, Ferdinand Tidak Dikenakan Pasal Penistaan Agama

- Selasa, 11 Januari 2022 | 12:01 WIB
Ferdinand Hutahaean. (Instagram.com/@ferdinand_hutahaean)
Ferdinand Hutahaean. (Instagram.com/@ferdinand_hutahaean)

HALLO INDONESIA - Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian bermuatan SARA.

Usai menjalani pemeriksaan, Ferdinand langsung ditahan di rutan Bareskrim Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menerangkan penyidik langsung melakukan gelar perkara.

Baca Juga: Keluarga Ungkap Nasib ABK Kapal Kargo yang Disandera oleh Pemberontak di Yaman

Usai mengantongi keterangan dari hasil pemeriksaan terhadap Ferdinand Hutahaean.

Dalam hal ini, sebanyak 17 saksi, 21 saksi ahli dan sejumlah alat bukti telah dikantongi penyidik.

"Setelah dilakukan gelar perkara, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber telah mendapatkan dua alat bukti sesuai dengan Pasal 184 KUHAP."

Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Video Dewasa di Medsos yang Dilakukan Sejoli Pelajar Lombok Timur

"Sehingga menaikan status saudara FH dari saksi menjadi tersangka," kata Ramadhan kepada wartawan, Senin 10 Januari 2022.

Setelah menjadi tersangka, Ferdinand kemudian melanjutkan pemeriksaan kembali guna menerapkan penegakan hukum terhadap mantan politikus tersebut.

"Tindak lanjut penyidikan penyidik melakukan proses penangkapan dan dilanjutkan penahanan," jelasnya.

Baca Juga: Soal Keterkaitan dengan Terorisme, Polda Banten Klarifikasi Kasus Ledakan di Pandeglang

Jenderal bintang satu itu menyebut  Ferdinand dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ferdinand tidak dikenakan pasal terkait penistaan agama.

"Ancamannya 10 tahun penjara," tukas Ramadhan.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean dilaporkan terkait kasus dugaan ujaran kebencian usia mengunggah satu cuitan di Twitter yang berbunyi "Allahmu lemah".

Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2022, Pemerintah Genjot Vaksinasi di Lombok

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X