Pengunduran Jadwal Pemilihan Umum Bukan Aspirasi di Tingkat Masyarakat

- Senin, 24 Januari 2022 | 11:54 WIB
Ilustrasi Pemilihan Umum. (Dok Media Hallo/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi Pemilihan Umum. (Dok Media Hallo/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas mengatakan, hingga saat ini belum ada konsensu.

Di antara para penyelenggara negara seperti Pemerintah maupun DPR untuk mengundurkan jadwal pemilu.

Dan, lanjutnya, yang terpenting pengunduran jadwal pemilu bukanlah aspirasi di tingkat massa. 

Baca Juga: Bank Indonesia: Intermediasi Perbankan Lajutkan Perbaikan Secara Bertahap

Hal itu dikatakan Sirojudin  dalam Webinar Moya Institute bertajuk “Pandemi dan Siklus Politik Indonesia Jelang 2024".

"Para pendukung pengunduran jadwal pemilu menggunakan preseden sejarah yang menunjukkan perubahan jadwal pemilu, yakni dimajukannya jadwal pemilu 2002 ke 1999."

"Tapi, yang harus diingat, konteks politik dan sosial kala itu sangat berbeda dengan sekarang," ujar Sirojudin.

Baca Juga: Pengangkatan Pangkostrad Disangkutpautkan dengan Luhut, TB Hasanuddin Beri Tanggapan

Ketika itu, lanjut Sirojudin, ada krisis multidimensi yang dialami Indonesia sejak 1997, hingga melahirkan era reformasi pada 1998.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X