22 Warga Sulteng Ditangkap Densus 88, Memiliki Senjata Api dan Terlibat Jaringan Teroris

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:52 WIB
Ilustrasi Densus 88 Anti Teror Polri. (Dok. Media Hallo/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi Densus 88 Anti Teror Polri. (Dok. Media Hallo/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Sebanyak 22 warga Sulawesi Tengah ditangkap aparat Densus 88 Anti Teror dibantu aparat Polda Sulteng.

Hal itu disampaikan Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi dalam konferensi pers di Mapolda Sulteng, Rabu, 18 Mei 2022.

“24 orang ini terdiri dari 22 dari Provinsi Sulawesi Tengah, 19 berasal dari Poso, 3 orang dari Ampana, 1 orang ditangkap di Kalimantan Timur, 1 orang di Bekasi, Jakarta,” jelas Kapolda Sulteng.

Baca Juga: Densus 88 Anti-teror Polri Ringkus Tersangka 24 Orang Teroris Mujahidin Indonesia Timur

Beliau menyebutkan, 22 warga Sulteng yang ditangkap masing-masing, inisial IR, RA, BS, FM, SH, AW, HR, LY, IS, RK, TR, IS, MB, MR, RK, EA, SM, AM, DM, DR, TL dan FS.

Mantan Kapolda Jabar ini menjelaskan, 24 orang tersebut ditangkap karena diduga akan melakukan rangkaian kegiatan diantaranya, akan melakukan latihan di tempat yang pernah dilakukan oleh JAD (Jamaah Ansharut Daulah) sebelumnya (Gunung biru Poso).

Lanjut beliau, puluhan orang tersebut juga memiliki dan menyimpan senjata api rakitan jenis revolver.

Baca Juga: Densus 88 Antiteror Polri Lakukan Pemantauan Terhadap 5 Orang yang Mendapat Sanksi AS

Selain itu, juga telah melakukan pembaharuan bai’at kepada Amir (pimpinan) organisasi terlarang ISIS, selanjutnya juga telah beberapa kali melakukan kegiatan Idad atau kegiatan pelatihan yang harus dilakukan wajib hukumnya bagi mereka yang akan melakukan Amaliyah.

“Sebelum mereka bertindak wajib hukumnya melakukan Idad, setelah melakukan Idad baru bisa Amaliyah menurut cara mereka,” ujar Jenderal Bintang Dua ini.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X