Masyarakat Jangan Terpancing Isu Pemecah Bangsa Antar Pendukung Calon Presiden

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 21:38 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi meluncurkan rangkaian tahapan pemilu 2024, (Dok. tribatanews.polri.go.id)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi meluncurkan rangkaian tahapan pemilu 2024, (Dok. tribatanews.polri.go.id)

HALLO INDONESIA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi meluncurkan rangkaian tahapan pemilu 2024, Selasa 14 Juni lalu. Artinya, hitung mundur pelaksaan pemilu 2024, sudah resmi dimulai.

Kini setiap kontestan dan partai politik sudah menyiapkam berbagai strategi untuk memenangkan Pileg, Pilpres maupun Pilkada.

Bagi Polri, dimulainya tahapan pemilu berarti dimulainya kembali tanggungjawab besar untuk mengawal dan mengamankan semua tahapan pemilu.

Baca Juga: Kampanye dalam Pemilihan Umum 2024 Berlangsung 75 hari, Begini Alasan KPU

Baca Juga: Tahapan Pemilu Resmi Digelar Mulai Selasa 14 Juni 2022, KPU Selenggarakan Rakornas

Di tengah ancaman polarisasi yang masih mungkin terjadi, tentu tugas pengamanan Pemilu menjadi tidak mudah. Apalagi di tengah masyarakat, masih ada kelompok-kelompok intoleran yang masih mengancam Pancasila dan NKRI.

Pakar komunikasi, Rahmat Edi Irawan, melihat Polri sudah siap dalam menyambut pesta demokrasi tahun 2024. "Tidak perlu ada pihak yang meragukan kredibilitas dan netralitas Polri dalam pemilu mendatang. Polri tetap akan bekerja profesional dan proporsional untuk menyelesaikan semua permasalahan menyangkut pelaksanaan Pemilu mendatang," ujar Rahmat Edi.

Menurut doktor ilmu komunikasi inj, Polri telah teruji sejak Pemilu dan Pilres secara langsung dan serentak. Pengalaman panjang inilah "best learned" bagi Polri dalam bertindak.

Baca Juga: Pemilu 2024, KPU Tetapkan Pendaftaran Pilpres 2024 pada 19 Oktober sampai 25 November 2023

Baca Juga: Pemungutan Suara Pemilu 2024, KPU Pastikan Gunakan Kotak Suara Kardus

Bahkan, Polri jauh-jauh hari sudah mengantispasi ancaman polarisasi sosial atau pembelahan masyarakat antar pendukung pasangan calon Presiden. Sehingga, diharapkan pembelahan tak lagi tajam, ujar Rahmat Edi.

Pemilu ajang demokrasi lima tahunan, tak boleh merusak persaudaraan sesama warga bangsa.***

Baca Juga: Harap Titik Temu soal Logistik hingga Kampanye, KPU Gelar Rapat Tripartit

Editor: Timothy Alden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X