Paham Radikal dan Khilafah Mudah Menyebar Lewat Medsos, Begini Argumen Kepala BNPT

- Selasa, 21 Juni 2022 | 02:05 WIB
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar. (Dok. BNPT)
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar. (Dok. BNPT)

HALLO INDONESIA - Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Pol Boy Rafli Amar menjelaskan paham radikalisme yang mengarah menuju paham terorisme mudah menyebar.

Menurut Boy Rafli, penyebaran paham radikalisme berangsur sangat cepat di dua tahun terakhir. Sehingga, tidak heran banyak kalangan masyarakat yang sudah terpapar.

"Virus intoleransi, radikalisme, seperti bagaimana virus corona itu selama dua tahun ini menghinggap kepada kalangan masyarakat kita," terang Boy Rafli, di Jakarta Pusat, Senin 20 Juni 2022.

Baca Juga: Masyarakat Diajak Hindari Ujaran Kebencian di Media Sosial, Ini Alasan Kepala BNPT

Baca Juga: Amerika Serikat Nyatakan Ada 5 WNI yang Jadi Fasilitator Keuangan ISIS, Ini Reaksi BNPT

Lebih jauh Boy Rafli menuturkan, paham radikalisme datang dari pihak eksternal. Hal tersebut bertujuan untuk memecah belah bangsa.

Sehingga mampu memengaruhi masyarakat melakukan berbagai tindakan ekstrim dan kekerasan.

"Ini adalah sebuah kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Tentu suatu kondisi yang sangat merugikan anak bangsa kita. Apalagi kita melihat juga karena propaganda melalui sosial media," ujarnya.***

Baca Juga: BNPT Ungkap 4 Konsensus Kebangsaan Jadi Vaksin Penangkal Radikal Terorisme

Halaman:

Editor: Timothy Alden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X